Hilang Tiga Hari, Faozan Ditemukan Tewas

F EVAKUASI

IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI: TRC bersama Polsek Keruak, saat mengevakuasi mayat Lalu Faozan, di bendungan Lingkok Lamun, kemarin.

LOTIM – Lalu Ahmad Faozan Azima, bocah berusia 8 tahun asal Desa Sepit Kecamatan Keruak Lombok Timur (Lotim), dinyatakan menghilang sejak pukul 08.00 Wita, Ahad (29/8) lalu. Kemarin, sekitar pukul 09.10 Wita, Faozan ditemukan sudah tak bernyawa oleh sejumlah siswa SMP Negeri 3 Keruak di Bendungan Lingkok Lamun Desa Sepit.
Informasi dihimpun Radar Mandalika, kemarin beberapa siswa SMP 3 Keruak yang berasal dari kampung sekitar bendungan, melintas menuju sekolah yang juga berada di sebelah timur bendungan. Para siswa tersebut begitu menemukan mayat anak kecil mengapung, langsung berteriak memanggil warga sekitar yang tinggal di lingkar bendungan.
Mendengar teriakan itu, sejumlah warga kampung Tengeh Desa Sepit yang mendengar, langsung berhamburan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah warga memastikan apa yang dilihat para siswa itu adalah mayat anak kecil, warga langsung menghubungi Kepala Wilayah (Kawil) setempat.
Kabar penemuan mayat anak kecil itu juga sampai ke telinga warga Dusun Kondok. Dimana di dusun itu yakni Siti Aminah, 40 tahun mengaku kehilangan anak semata wayangnya sejak tiga hari lalu. Siti Aminah bersama suaminya yakni Lalu Haeruddin, 65 tahun dan keluarga lainnya langsung datang ke TKP, yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggalnya.
Setiba di TKP, ibu korban langsung menangis histeris dan tak sadarkan diri melihat anaknya sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh sudah melepuh. Setelah sebelumnya berusaha keliling mencarinya karena tidak ada pulang selama tiga hari dua malam.
Kepolisian Sektor Keruak yang menerima informasi dari warga setempat, langsung mendatangi TKP. Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, yang menerima informasi itu juga tiba di TKP. TRC bersama Polisi, langsung mengevakuasi korban. Sementara Unit Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Keruak, melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Setelah dievakuasi, mayat bocah tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patih Karya Keruak, untuk dilakukan visum dan otopsi, memastikan bahwa mayat anak kecil itu adalah Lalu Faozan.
Penuturan ayah korban, Lalu Haeruddin yang baru sebulan pulang dari Malaysia pada awak media, putra kesayangannya meninggalkan rumah Minggu pagi sekitar pukul 08.00 Wita, selepas sarapan bersamanya. Usai sarapan, korban meminta uang jajan Rp 2 ribu. Setelah diberikan sang ibu, korban langsung lari meninggalkan rumah untuk pergi berbelanja ke warung yang tidak jauh dari rumahnya.
Sejak keluar rumah untuk belanja, sekitar pukul 10.00 Wita, ia mencari korban. Bersama istrinya, juga mencari korban keliling kampung tempat tinggalnya, sampai ke sejumlah dusun sebelah sembari menanyakan keberadaan korban pada warga sekitar. Pencarian dilakukan hingga larut malam, tetapi korban tak kunjung ditemukan. Korban juga tak kunjung kembali ke rumahnya.
Esok harinya (Senin, red) kembali melakukan pencarian, namun usahanya itu tetap tidak membuahkan hasil. Semua keluarga, kerabat dihubungi, tapi hasil tetap nihil. Demi menemukan buah hatinya, usaha dengan cara mendatangi orang pintar pun dilakukan Haeruddin bersama istrinya. Karena diketahui, Ojan sapaan akrab korban yang mengidap keterbelakangan mental, kerap berjalan tanpa tujuan jelas.
“Waktu anak kami keluar belanja, tidak ada firasat sama sekali. Ternyata, setelah kami mencarinya kesana kemari, kami dipertemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ucapnya.
Atas kematian belahan jiwanya itu, ia mengaku ikhlas, dan menganggap kejadian itu sebagai musibah. “Kami ikhlas menerima musibah ini. Kami bersyukur masih bisa menemukannya meskipun sudah menjadi mayat,” ungkapnya.(fa’i)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Program Unggulan Ramah Difabel jadi Komitmen Zul-Rohmi

Read Next

Vaksin dan Tenaga Kesehatan Cukup, Tak Ada Alasan Tidak Vaksinasi di Empat Klaster PON dan Peparnas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *