KORBAN: Salah satu warga yang menjadi korban keganasan monyet di Lombok Timur. (IST/RADAR MANDALIKA)

LOTIM – Beberapa waktu lalu, tiga warga Dusun Bangle Desa Pesanggarahan Kecamatan Montong Gading Lombok Timur (Lotim) menjadi korban keganasan kera hitam (Pitu) di wilayah perbatasan Desa Perian dan Pesanggarahan, tepatnya di jembatan Bangle Lunggu. Tiga warga itu mengalami luka robek ada di bagian tangan dan kaki.

“Karena kera hitam termasuk hewan dilindungi, kami berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB,” kata IPTU Pathul Munir, Kapolsek Montong Gading, kemarin.

Informasi diperoleh dari BKSDA, BKSDA akan turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi kera hitam dengan cara memasang perangkap. “Informasinya besok (hari ini, red) BKSDA akan turun,” ucapnya.

Ia menduga kera hitam itu keluar dari hutan menyerang warga karena habitat tempat mereka mencari makan sudah semakin berkurang. Serta diduga menjadi sasaran berburu oleh oknum tidak bertanggungjawab. Karena diketahui, beberapa tahun lalu Polisi pernah menangkap beberapa orang yang melakukan perburuan kera hitam. Daging kera hitam diduga diperjualbelikan dan dijadikan sebagai menu mengkonsumsi minuman keras.

“Untuk sementara, warga kami imbau tidak melintasi jalur tersebut, guna menghindari adanya serangan dari kera hitam,” terangnya.

Sebelumnya sejak beberapa pekan warga diresahkan dengan kera-kera tersebut. Gerombolan kera hitam itu masuk ke lahan perkebunan warga yang berada tidak jauh dari perkampungan, memakan buah pepaya dan lainnya yang ditanam warga. Bahkan informasi dari masyarakat, kawanan kera hitam itu sampai masuk ke dalam dapur warga Bangle.

“Kami juga sudah turun ke TKP, dan sementara mengimbau warga berhati-hati dari gerombolan kera itu. Mudahan masalah ini segera kita temukan solusinya, guna mencegah terjadinya korban,” pungkasnya. (fa’i/r3)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 650

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *