Gawat! Lotim Kembali Zona Orange Kasus Covid-19

F WASPADA

PKP SETDA LOTIM FOR RADAR MANDALIKA WASPADA : Sekda Lotim, mengingatkan semua elemen tetap waspada dan patuh pada protokol kesehatan, setelah Lotim keluar dari zona kuning ke zona orange.

LOTIM – Kasus Corona Virus Disease (Covid-19) Lombok Timur (Lotim), secara sratistik tidak meningkat signifikan. Namun Lotim yang sebelumnya berada di zona kuning, justru kembali ke zona orange.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, HM Juaini Taofik, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama instansi terkait lainnya, di kantor Bupati Lotim, kemarin menjelaskan, Lotim kembali ke zona orange, sejak (17/6) lalu. Adanya pergeseran itu, menunjukkan masyarakat atau semua elemen lainnya, harus lebih waspada. Kewaspadaan itu, diingatkan berupa tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes), dalam kehidupan sehari-hari.
“Apapun kita lakukan, harus tetap menegakkan protokol kesehatan. Terlebih, indonesia telah dimasuki varian baru virus covid-19,” tegasnya.
Perkembangan terakhir covid-19 di Lotim, jumlah kasus baik pasien sembuh, masih perawatan medis dan meniggal dunia, telah mencapai 1633 kasus. Jumlah pasien sembuh 1.564 orang, masih dalam perawatan medis 21 orang, dan kasus meninggal dunia mencapai 48 orang. “Persentase kesembuhan pasien kita di Lombok Timur, sebanyak 96,70 persen, dan meninggal dunia 2,93 persen,” terangnya.
Kaitan dengan vaksinasi lanjut Juaini, progres vaksinasi di Gumi Patuh Karya ini telah berjalan, sesuai ketetapan pemerintah dan World Health Organization (WHO). Sasaran vaksinasi yang telah dilakukan pemerintah, mulai dari tenaga kesehatan, pelayan publik, Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dan kelompok rentan seperti Lanjut Usia (Lansia).
Dari sisi target, terutama masyarakat berusia di atas 18 tahun, dilihat persentasenya masih sangat kecil. Untuk meningkatkan jumlah tersebut, dibutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Yang membutuhkan perhatian tidak saja bidang kesehatan seperti Covid-19. Tapi juga banyak persoalan lain yang membutuhkan perhatian serius dan butuh penanganan segera,” tegasnya.
Disinggung keberadaan laman tanggapcovid.id, diharapkan Sekda dapat memberikan informasi valid yang mampu mengubah sikap dan perilaku masyarakat, dalam menghadapi pandemi covid-19. “Wabah ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Sehingga kita semua harus tetap waspada,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

SMPN 5 Batukliang Hebat, Daur Ulang Sampah Plastik

Read Next

Pathul Bahri Incar Kursi Ketua PSSI NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *