ARIF/RADARMANDALIKA.ID MENGELUH Perwakilan petani dari Dompun Tigor dan Rusdin saat diwawancarai media, Selasa kemarin.

MATARAM – Perwakilan petani dari Desa Bakajaya, Kecamatan WOJA Kabupaten Dompu mendatangi SUB DENPOM Mataram untuk menanyakan aduan mereka terhadap ulah oknum anggota inisial H ke SUB DENPOM Mataram. H merupakan anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Sumbawa.

 

Sesuai keterangan perwakilan petani, H diduga sebagai pemodal untuk membeli gabah hasil pertanian warga di Dompu dengan inisial T warga negara sipil yang berperan sebagai pengepul atau tengkulak.

 

Pengakuan perwakilan petani, Tigor salah warga Dompu menerangkan bahwa setidaknya ada 20 petani yang ditimbang gabahnya, tapi anehnya 13 orang sampai detik ini belum mendapatkan haknya.

 

Tigor membeberkan kronologinya, saat itu  seorang tengkulak yang turun ke petani datang untuk membeli gabah dengan sistem saling percaya, gabah petani oleh tengkulak pun dibawa dan gabah dibayar nanti ketika sudah diambil oleh pihak gudang. Sementara, pengakuan T pihak gudang menyerahkan pembayaran gabah ke H dengan cara transfer. Anehnya, H justru tidak memberikan uang kepada T untuk membayar gabah petani.

Ditambahkan Rusdin perwakilan petani lainnya, setelah pihaknya bertemu dengan pihak gudang yang mengambil gabah mereka mengatakan jika pihaknya sudah melakukan pembayaran kepada T dan H.

Sementara itu, kedatangannya ke DENPOM Mataram hanya untuk mendapatkan solusi terbaik atas perbuatan H setelah dua kali dilakukan mediasi namun tidak ada titik temu.

 

“Kami mendatangi DENPOM untuk mencari selusi agar bagaimana gabah petani bisa dibayar. Kami sudah hampir seminggu di Mataram datang untuk melaporkan H anggota SUB DENPOM Sumbawa ini,” tegas Rusdin.

 

Rusdin menyampaikan juga, 13 petani yang belum terbayarkan sejak bulan Februari dengan total uang petani Rp 295 juta. Masing petani Rp 20 sampai 70 juta. Dirinya berharap, persoalan ini ada solusi dan petani tidak dirugikan oleh perbuatan oknum aparat ini.

“Ini harapan kami, kasian kami,”katanya.

 

Sementara, tidak ada pejabat berwenang bisa ditemui di SUB DENPOM Mataram. Pengakuan petugas piket petinggi di sini sedang focus pengamanan KTT G-20 dan persiapan WSBK.”Belum ada laporan masuk, tidak ada pejabat juga,” kata petugas piket.(rif)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 530

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *