Dukun Cabul, Gilir Kakak Adik di Mataram

F Dukun cabul

MATARAM—Seorang dukun inisial BD, 43 tahun warga Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat ditangkap karena diduga mencabuli dua korban yang merupakan adik kakak. Aksi dilakukan di Lingkungan Pejeruk Bangket, Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Kedua korban masing–masing berusia 18 tahun dan 13 tahun.

“Kami mengungkap kasus dugaan pencabulan di wilayah Pejeruk. Modus pelaku berpura-pura menjadi dukun pintar,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Selasa kemarin.

Kejadian ini terjadi Kamis (13/08) sekitar pukul 16.00 wita. Awalnya pelaku yang bersahabat dengan ayah korban. Diminta datang untuk mengobati kedua anaknya. Korban oleh orang tuanya diminta mengobati kedua anaknya agar tidak melihat hal gaib. Termasuk agar tidak sering merenung. Pelaku yang mengaku tidak bisa mengobati hal gaib. Nekat untuk mencoba mengobati.

‘’Awalnya diminta ayah korban untuk mengobati anaknya. Mereka sudah berteman lama,’’ ceritanya.

Pelaku lalu meminta ayah korban untuk menyiapkan beberapa barang sebagai syarat pengobatan. Misalnya, menyiapkan tebu, batang kencur dan daun sirih. Perbuatan bejat pelaku dimulai. Korban diobati secara bergiliran. Awalnya, korban diminta untuk memakan tebu. Dimulai kakak korban yang diperintahkan masuk ke kamar. Lalu mulai membuka celana korban. Pelaku mulai mencium pusar dan menggeranyangi tubuh korban. Setelah itu celana korban dibuka pelaku. Perbuatan yang sama dilakukan kepada adik korban.

‘’Pelaku sempat mencium pusar dan membuka celana korban,’’ terangnya.

Perbuatan bejat itu terungkap setelah kakak korban melihat pelaku mencium pusar adiknya. Seketika korban langsung berteriak. Teriakan keras itu mengundang perhatian warga sekitar dan mendatangi rumah korban. Massa sempat tidak terkendali dan main hakim sendiri. Wajah sebelah kanan pelaku lebam terkena pukulan massa. Beruntung pelaku bisa diselamatkan petugas dan diamankan ke Mapolresta Mataram.

Pelaku di depan petugas mengakui semua perbuatannya. BD mengaku tidak bisa mengobati korban. Tapi karena diminta oleh ayah korban yang tak lain sahabatnya. Dirinya memberanikan diri untuk mengobati.

‘’Saya tidak bisa. Itu coba-coba saja,’’ ungkap Kasat menceritakan pengakuan pelaku.

BD juga mengaku, dirinya selama ini tidak pernah berbuat tindak pidana. Perbuatan bejatnya itu spontan terjadi karena melihat kemolekan tubuh korban.

‘’Saya sempat menolak disuruh obati. Saya hanya coba. Saya mengaku khilaf,’’ ungkap pria yang masih beristri itu.

Atas perbuatannya itu. Pelaku diancam dengan pasal 82 ayat (1) juncto pasal 76e Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (jho)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
olivio
1

Game Seru

Hallo guyss masih semangat dengan keadaan yang sekarang di masa New Normal Kita memberikan hiburan sekaligus pendapatan yang menggiurkan untuk isi dompet anda Bergabung bersama kami di Dupa88 Bukan situs kaleng-kaleng, berapapun anda menang pasti kami bayar jangan ragu lagi buruan daftarkan diri anda sekarang juga yaaa !!!!!!!

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ketua PA Praya dan Suami Positif Korona

Read Next

Meski Pandemi, Persiapan MotoGP 2021 Berlangsung Sesuai Rencana

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *