Ketua IDI Wilayah NTB dr Rohadi (tengah).

MATARAM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) angkat bicara penempatan dokter I Komang Paramita ke bagian staf Perpustakaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram.

Ketua IDI Wilayah NTB, Dr dr Rohadi didampingi sejumlah pengurus inti menegaskan sudah memanggil kedua belah pihak yang bersengketa yaitu pelapor I Komang dan terlapor Direktur RSUD Kota Mataram, dr Ni Ketut Eka Nurhayati.

Dalam pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin rekomendasi antara lain yaitu kedua belah pihak sebagai anggota IDI untuk menguatkan relasi komunikasi kesejawatan sesuai dengan pasal 14 Kode Etik Kedokteran Indonesia. Selanjutnya, kepada pihak terlapor (RSUD Kota Mataram) untuk meningkatkan etik dan profesionalisme.

“Kepada pihak pelapor dr. I Komang Paramita untuk meningkatkan disiplin kinerja dan etik dalam menjalankan amanah sebagai dokter di lingkup ASN,” kata Rohadi saat menggelar konferensi pers didampingi sejumlah pengurus inti IDI di Mataram, kemarin.

Selain sejumlah rekomendasi tersebut, IDI NTB juga menilai penempatan Dokter Komang menjadi seorang staf perpustakaan di RSUD Kota Mataram merupakan hal yang tidak wajar.

“Kami menilai penempatan tersebut tidak wajar. Sesuai dengan pasal 73 ayat 7 UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah 11/2011 tentang manajemen PNS bahwa mutasi dilakukan atas dasar kompetensi bahwa ranah kompetensi dokter bukanlah di perpustakaan,” katanya.

Selain itu, penempatan Dokter Komang yang dianggap tidak wajar tersebut ungkap Rohadi menjadi atensi nasional.

“Ini sudah menjadi atensi nasional. Pak Menkes, Pak Dirjen, pihak Dinas Kesehatan Provinsi NTB, pihak RSUD Kota Mataram dan pihak terkait lain sudah menelepon tadi. Meminta problem ini untuk diselesaikan secepatnya,” katanya.

Oleh karena itu, IDI NTB menegaskan, jika sejumlah rekomendasi tersebut tidak dieksekusi secepatnya maka dipastikan akan bersikap.

“Pasti ada sikap jika rekomendasi itu tidak segera langsung dilaksanakan oleh kedua belah pihak khususnya kepada pihak RSUD Kota Mataram,” pungkasnya.(jho)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 540

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *