Dari Pelepasan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah

20210218 060652

IST/RADAR MANDLIKA KOMPAK: Dari kanan, H Moh. Suhaili FT dengan istrinya dan HL Pathul Bahri dan istrinya.

Suhaili Sempat Sakit, Ngaku Belum Bisa Berbuat Banyak untuk Masyarakat

10 tahun sudah H Moh. Suhaili FT menjadi khadam pelayan masyarakat Lombok Tengah. Serba-serbi dinamika di tengah masyarakat dia lalu. Bahkan Selasa malam kemarin, Suhaili dan Wakil Bupati HL Pathul Bahri dilakukan acara pelepasannya menjadi orang nomor satu dan nomor dua di pemerintahan.

MUH. JAYADI-LOTENG

DI media social H Moh. Suhaili FT sempat menjadi buah bibir sepekan terakhir. Banyak postingan bermunculan. Para warganet memposting foto Suhaili dengan beragam julukan. Suhaili dijuluki bupati pembangunan dan lainnya.

Komentar warganet beragam. Namun lebih banyak yang menyangjung atas keberhasilannya memimpin. Termasuk hasilnya merubah wajah Lombok Tengah termasuk pusat pemerintahan sekarang.

Awalnya tahun 2010 Suhaili terpilih menjadi bupati dengan pandampingnya HL Normal Suzana sebagai wakil bupati. Lima tahun bersama, Abah Uhel dan Miq Normal banyak berhasil membangun dengan focus 2R rurung dan reban dibangunnya.

Jalan di desa jadi mulus. Saluran irigasi juga makin baik lagi. Dampaknya kepada masyarakat dan petani. Dari hasil 2R ini, Suhaili-Normal pisah di akhir kepemimpinannya 5 tahun. Paket Maiq-Meres ini tidak lagi hubungannya lanjut di jilid kedua.

Suhaili jelang pendaftaran ke KPU waktu itu, justru memilih anggota DPRD NTB L Pathul Bahri dari Partai Gerindra. Awal mula, banyak pihak tidak yakin paket Suhaili-Pathul ini berjalan mulus. Namun apa, keduanya bisa jalan baik. Sampai akhirnya, muncul paket Maiq-Meres jilid dua dengan pasangan calon Pathul-Nursiah.

Setelah semua beres dan melahirkan pemimpin yang akan melanjutkan roda pemerintahan pasca Abah Uhel. Kini Uhel harus ihklas melepas kursi empuk itu. Termasuk meninggalkan pendopo yang lama Suhaili tempati bersama sang istri dan keluarga kecilnya.

Selasa malam kemarin, Suhaili-Pathul dilepas jajaran pemerintah Lombok Tengah. Termasuk jajaran forkopinda.

Kendati pelaksanaan kegiatan perlepasan itu dilaksanakan sederhana, namun seakan berkesan bagi Suhaili.  Bagaimana tidak, Suhaili tidak pernah membayangkan akan adannya kegiatan perpisahan ini. Di lokasi, dari deretan raut wajah tamu undangan, kebanyakan menujukan kesedihan.

Susana semakin harus, ketika Suhaili memberikan sambutan perpisahan.  Belum apa-apa, Abah Uhel sudah mengeluarkan air mata. Suara Uhel perlahan hilang.

Dalam sambutannya, Suhaili menyatakan, dirinya tidak pernah membayangkan atau menghayalkan akan ada kegiatan seperti ini. Hal ini membuatnya terharu, karena ia masih bisa melaksanakn silatturhim dengan semua pihak.

Meski hari ini merupakan hari  terakhir dalam menuntaskan beban dan ikhtiarnya sebagai bupati. Namun, ia mengakui bahwa dia masih belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat.  

Bahkan, selama empat hari terakhir dirinya mengalami sakit. Bukan karena takut kehilangan jabatan atau posisi kedudukan.  Tapi, karena terbayang penyesalan selama 10 tahun mengabdi, namun belum maksimal dalam memberikan pengkhidmatan untuk masyarakat.

“Saya meminta kepada pejabat yang diberikan kepercayaan nantinya,  agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal untuk daerah dan masyarakat Loteng. Jangan bangga dulu dengan berbagai pembangunan yang sudah ada. Karena Loteng hari ini masih sangat jauh dari apa yang diharapkan,” katanya.

Suhaili mengaku, selama 10 tahun massa memimpin Loteng,  pihaknya tertatih-tatih untuk berupaya membangun Loteng . Meski begitu, bisa dikatakan Loteng baru menentukan tujuan arah pembangunan.  Karena masih belum banyak yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan. Jangan ada dendam yang terpendam,” ucapnya.

Suhaili menegaskan, segala prestasi yang ditorehkan dalam mengemban amanah masyarakat ini.  Bukan kareja kerjas kerasnya. Melainkan prestasi yang telah ditorehkan Loteng adalah buah kerjasama semua pihak.

Sementara itu, HL. Pathul Bahri mengakui jika perjalanannya bersama Suhaili cukup panjang. Ia banyak berguru dari Suhaili tentang cara memimpin.

“Petuah dari beliau akan selalu saya laksanakan. Berbagai sektor pembangunan di Loteng merupakan torehan dari doa dan ikhtiar beliau,” kata Pathul.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Zul-Rohmi Belum Berhasil

Read Next

Nakes Lombok Tengah Tagih Insentif

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *