Dari Aksi Peduli Warga Palestina di Desa Puyung

F Bok scaled

FENDI/ RADAR MANDALIKA PEDULI: Pemuda Puyung saat melakukan penggalangan donasi peduli untuk Palestina, Kamis kemarin.

Pemuda Puyung Orasi Kemanusiaan Sembari Galang Dana untuk Palestina

Aksi militer Israel yang melakukan penyeranga kepada warga Palestina, berhasil memukul dunia. Nyaris sebagian besar Negara menunjukkan sikap atas tindakan biadab dilakukan militer Israel. Tidak luput juga, pemuda di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat.

FENDI-LOMBOK TENGAH

KAMIS pagi (20/05) ditengah lalu lalang kendaraan, tepatnya di simpang empat Puyung Desa Puyung, Kecamatan Jonggat nampak anak muda berkumpul di sana. Mereka dari unsur kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Puyung dan Sasak Satu Suara Foundation.
Aksi mereka sontak menarik perhatian para pengendara, mata para pengendara terpusat ke sana. Selain memandang para pemuda yang membawa kotak dan bendera Palestina, pandangan pun tertuju ke spanduk bertuliskan “Palestine Solidarity campagain” terpampang memanjang berukuran 2 X 3 meter.

Sementara, terik matahari sesaat hilang ditutup awan pada saat lantunan ayat alquran dari pengeras suara diperdengarkan. Ini sebagai bentuk dukungan mereka atas penindasan yang dialami warga muslim Palestina.
Berikat kepala dengan sorban, sambil memegang bendera Palestina, Muhammad Khulaifi berteriak mengecam tindakan yang terjadi di Palestina. Dia menyebutkan tindakan ini telah menidas anak- anak dan warga sipil yang tak berdosa, bahkan tindakan intimidasi terus dilakukan oleh tentara Israel.

“Kami mengecam tindakan Israel yang membunuh dan menidas anak kecil Palestina,” katanya tegas.

Dia mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat membantu warga Palestina sebagai bentuk solidaritas, baik dengan doa maupun bantuan materil yang dimiliki. Ia menjelaskan kondisi warga di sana sedang dilanda ketakutan dan kelaparan, bahkan mereka juga kehilangan keluarga karena serangan yang terus dilancarkan tentara Israel.

“Kita mendoakan dan mengirimkan pundi- pundi rupiah sehingga mereka bisa menyambung hidup,” katanya.

Ditambahkan pemuda lainnya Agus Sukandi, dia mengatakan persoalan tersebut merupakan persoalan lama yang tak kunjung diselesaikan. Agus mengaku sangat prihatin melihat kondisi Palestina yang seolah- olah dicetuskan sebagai negara teroris jika hal ini terus dibiarkan.

“Ini seperti ada unsur kesengajaan, PBB terkesan hanya diam saja,” sentilnya dalam orasinya.

Aksi solidaritas sebutnya akan terus digalakan bahkan dalam waktu dekat, dia mengklaim akan aksi besar- besaran di provinsi NTB bersama 38 organisasi pemuda, mahasiswa, dan LSM se- NTB.
“Kita ingin pemerintah mengambil sikap untuk menggaungkan ini kepada PBB,” katanya.

Menurutnya, kejadian ini telah mencoreng hak asasi manusia (HAM), pada hal setiap warga berhak hidup dan menjalankan kehidupannya dengan aman dan tentram tanpa ada ancaman.
Berkaitan dengan penyaluran bantuan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan 10 syek Palestina agar penyalurannya tepat sasaran. Penyaluran sebutnya akan dilakukan secara bersama- sama setelah pengalangan secara kolektif di NTB.

“Kita pastikan tersalurkan sesuai tujuan, sudah ada imbauan dari para syekh Palestina,” ungkap dia.
Disela menyampaikan aksi solidaritas, Khulaifi selaku pengurus Pokdarwis Desa Punyung mengimbau agar pengendara jalan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengunjungi tempat wisata, sebab semua destinasi telah ditutup dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

“Semua destinasi sedang ditutup sementara, jadi silakan rayakan lebaran ketupat di rumah masing- masing,” serunya.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tutup..! Destinase Wisata di Lombok

Read Next

Cegah Korona, Warga Loteng Dilarang Berwisata

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *