IST/RADAR MANDALIKA EVAKUASI: Kondisi mayat korban SW.

KLU – Penemuan mayat perempuan dengan wajah berlumuran darah sempat mengegerkan warga Dusun Betumping, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Sabtu (8/10).

Korban diketahui inisial SW (39) merupakan warga Dusun Betumping yang kesehariannya merupakan seorang petani.

Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat untuk mengungkap pelaku pembunuhan. Diduga pelaku pembunuhan merupakan ipar korban sendiri inisial MH (36) seorang laki-laki yang beralamat tinggal yang sama dengan korban.

Kapolres Lombok Utara, AKBP I Wayan Sudarmanta melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP I Made Sukadana membenarkan tentang pengungkapan pelaku kasus pembunuhan terhadap korban SW.

“Pelaku pembunuhan sudah diketahui berinisial MH (36), pelaku menyerahkan diri ke Polsek Tanjung pada siang hari setelah penemuan mayat tersebut,” ungkapnya.

Saat pelaku menyerahkan diri, Sat Reskrim Polres Lotara bersama dengan Tim kala itu sedang melakukan olah TKP di rumah korban di Dusun Betumping Desa Sokong.

Korban dianiaya dengan menggunakan balok  di berugak milik tersangka yang berada dekat dengan rumah tersangka. Pada saat itu korban tidur di berugak tersangka dengan menggunakan selimut dan korban dibunuh sekitar pukul 04.09 Wita, Sabtu dini hari.

“Setelah dibunuh korban ditarik kakinya oleh terduga pelaku untuk dibawa ke pondok milik korban. Sehingga ada bekas darah di brugak tempat korban dibunuh dan ada bercak darah bekas seretan,” terangnya.

“Korban mengalami luka memar yang cukup serius dan mengeluarkan darah dari telinga, hidung serta mulut. Diduga korban dipukul dengan menggunakan alat sehingga korban mengalami luka memar yang cukup serius dan akibat dari pukulan yang dilakukan pelaku terhadap korban, nyawa korban tidak bisa diselamatkan,” bebernya.

Terduga pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan kayu balok dengan memukuli pada bagian leher  kepala bagian belakang berulang kali sehingga korban meninggal dunia.

“Korban ditemukan meninggal di berugak yang beralaskan bambu, di sana ada bekas darah yang bersegera dan petugas juga menemukan sebatang kayu balok, panjangnya sekitar 1 meter yang ada bercak darah yang masih baru,” terangnya.

“Petugas sudah mengamankan pelaku bersama barang  bukti,” ujar Kasat Reskrim.

Sementara itu, motif dari pembunuhan tersebut jelas Sukadana berawal dari terjadi perdebatan korban dengan pelaku. Terduga pelaku MH mengaku perdebatan yang terjadi menyangkut soal keluarga yakni anak korban, yang diminta korban untuk berhenti sekolah, namun pelaku meminta untuk tetap dilanjutkan. MH didatangi oleh SW ke rumahnya pada malam hari, dikarenakan sudah malam korban diminta pulang oleh pelaku dan datang besok pagi, korban dikatakan pelaku malah justru marah-marah. 

“Dan terduga pelaku tetap menyarankan pulang dan datang besok, korban tidak mau, sehingga setelah kurang lebih 1 jam ngomong seperti itu terus, kepala pelaku terasa panas, kemudian pelaku berdiri mengambil kayu lalu dipukul sampai korban meninggal,” ungkapnya.

Sementara itu, kabarnya juga korban dan pelaku memiliki hubungan asmara.

“Pernah ada memang hubungan asmara antara pelaku dan korban, namun kejadian kemarin tidak ada kaitannya dengan hubungan asmara, itu diakui oleh pelaku,” cetusnya.

Made menambahkan, Sat Reskrim telah meningkatkan penanganan kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan. Korban telah dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya korban, yang merupakan kelengkapan  dalam proses penyidikan.

“Atas kejadian tersebut pelaku diduga melanggar pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat 1 huruf 4  dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.(dhe) 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 315

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *