LOTIM – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur (Lotim), masih rendah. Bahkan disesalkan masih ada sumber PAD yang mengalami kebocoran. Terhadap hal itu, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy akan mengevaluasi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Terutama, Bupati Lotim menyoroti Dinas Perdagangan (Disdag), lantaran realisasi yang menurun dari pasar-pasar yang ada di Lotim.

Bupati juga mengingatkan semua jajarannya, agar mencermati potensi dan capaian, sehingga perolehan PAD lebih maksimal sesuai target yang telah ditetapkan. “Sangat kami sesalkan, karena masih terdapat kebocoran pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi, termasuk dari pasar, bahkan di desa masih ada kebocoran sampai ratusan juta,” tegasnya.

“Saya minta semua pihak untuk berikhtiar seoptimal mungkin, agar PAD minimal 20 persen dari APBD, atau sekitar Rp 600 miliar,” tegasnya lagi.

Terkait pasar, dimintanya untuk melakukan evaluasi terhadap tarif retribusi pasar. Kemudian semua diminta camat memberikan perhatian, dengan melakukan penataan terhadap pasar di wilayah masing-masing. Karena kondisi pasar yang dinilai tidak nyaman, termasuk sampahnya.

Selama ini, Sukiman menilai camat kurang berkoordinasi dengan OPD terkait. Ia berharap, kondisi pasar di berbagai wilayah, dapat ditingkatkan sebagai upaya peningkatan pelayanan. Selain itu, mencegah penggelapan pajak, Bupati juga meminta kepala pasar lebih bertanggungjawab dan kompeten dalam menangani hal tersebut.

“Cari kepala pasar yang mampu dan lebih progresif. Panggil kepala pasar satu per satu. Jika tidak mampu, berhentikan. Jika mampu, lanjutkan,” tegasnya seraya mengatakan, tetapkan target masing-masing kepala pasar.

Pada kesempatan itu, Bupati tidak hanya mengevaluasi sektor perdagangan, tetapi juga seluruh OPD penyumbang PAD. Ia meminta seluruh pimpinan OPD lebih aktif lagi dan turun langsung melihat kondisi di lapangan. “Tolong rekan-rekan turun ke lapangan. Benahi di lapangan, sehingga target kita bisa dicapai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, Efi Laila Kholis mengajak semua pihak terkait menertibkan wajib pajak, guna mendukung pembangunan. Ia pun menekankan pentingnya strategi untuk menarik pajak, utamanya dari wajib pajak besar. “Saat memungut pajak, jangan sampai ada konflik kepentingan. Jika tidak ada konflik kepentingan, kita pasti kerjanya nyaman dan sesuai tupoksi yang kita emban,” pungkasnya. (fa’i/r3)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 797

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *