Bongkar-bongkar, Berikut Daftar Harta Kekayaan Anggota DPRD

F ilustrasi uang 1

Ilustrasi (Radar Depok)

MATARAM – Sebelumnya data soal harta kekayaan anggota DPRD NTB pernah dibongkar Forum Indonesia Untuk Transparasi Anggaran (Fitra) NTB. Lembaga satu ini menilai, tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN Dewan masih rendah. Fitra mengatakan pelaporan itu berkaitan dengan kepatuhan administrasi mereka selaku pejabat publik. Berdasarkan UU Nomor 28 tahun 1999 kepatuhan ini domainnya BK DPRD NTB malah mereka bisa memberikan sanksi. Tapi sejauh ini BK dianggap tidak bertindak tidak menjalankan UU itu padahal itu amanat yang harus dijalankan.

Berdasarkan data dari web LHKPN KPK yang diakses Fitra pada 11 September 2021, dari data yang ditemukannya hampir separuh (48%) jumlah anggota DPRD NTB mengalami penyusutan nilai kekayaan selama tahun 2020. Rata-rata nilai kekayaan mereka turun sekitar Rp 500 juta. Bahkan terdapat anggota DPRD yang melaporkan total nilai kekayaannya minus (-) Rp 411 juta. Namun ada juga yang nilai kekayaannya tidak mengalami perubahan satu rupiah pun dalam kurun waktu setahun. Padahal sepanjang tahun menerima hak berupa gaji dan tunjangan, serta transaksi pengeluaran.

Anggota DPRD yang mengalami penurunan total nilai kekayaan di bawah Rp1 M yaitu, Hairul Warisin sebanyak Rp 2,68 M, Syamsudin Majid Rp1,5 M dan Misbah Mulyadi (Rp1 M). Penyebabnya adalah berkurangnya nilai harta berupa tanah dan bangunan, serta terkurasnya Kas dan Setara Kas yang dimiliki selama pandemi.

Direktur Fitra NTB, Ramli Ernanda mengatakan, rata-rata peningkatan nilai kekayaan anggota DPRD NTB tahun 2020 sekitar Rp 250 juta. Namun terdapat 5 anggota DPRD yang nilai kekayaannya meningkat lebih dari Rp 1 miliar. Di antaranya, Lalu Pelita Putra sebesar Rp 20 M. Menurut Fitra, penambahan nilai kekayaan Pelita itu bersumber dari Kas dan Setara Kas senilai Rp19,5 miliar, harta lainnya senilai Rp 300 juta, penurunan nominal hutang, dan 1 bidang tanah dan bangunan yang dikuasai di Lombok Tengah senilai Rp 75 juta.
Selanjutnya, Lalu Wirajaya ada peningkatan Rp 6 M kekayaannya bertambah berupa 2 bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 4 miliar, dan peningkatan nilai objek tanah yang dikuasai sebelumnya. Seluruh tanah dan bangunan tersebut merupakan hasil sendiri itu dan berlokasi di Lombok Tengah. Selain itu, penambahan nilai kekayaannya dikontribusikan oleh kepemilikan 1 unit mobil Wrangler Rubicorn senilai Rp 450 juta, dan berkurangnya nilai hutang.

Ketiga, Mahsun Ridwainy dengan peningkatan sebesar Rp 2,5 M. Kekayaannnya bertambah berupa tanah 2 bidang di Kabupaten Lombok Timur dan penambahan nilai Kas dan Setara Kas sebesar Rp1,7 miliar.

Keempat, Abdul Wahid dengan peningkatan kekayaan Rp 2 M. Ramli mengatakan sebenarnya total hartanya tidak mengalami perubahan, baik dalam bentuk tanah dan bangunan maupun jenis lainnya. Tetapi pada tahun pelaporan 2020, nominal hutang tidak ada. Sedangkan pada tahun 2019, hutangnya tercatat sebesar Rp 2 miliar.

Terakhir, Khairul Warisin dengan peningkatan Rp 1,56 kekayaannya bertambah dalam setahun ini berupa tanah dan bangunan sebanyak 3 bidang yang berlokasi di Kota Mataram, Lombok Timur dan Lombok Barat.
Fitra juga menemukan dari lima anggota DPRD NTB terkaya tahun 2020 yaitu, Mahsun Ridwainy Rp 61,1 disusul Khairul Rizal kekayaannya sebesar Rp 31,1 M. Diurutan ketiga Hairul Warisin sebesar Rp 30,1 M. Selanjutnya, Lalu Pelita Putra diangka Rp 22,1 M dan Misbach Mulyadi sebesar 21,8 M.

Fitra juga menjabarkan nilai kekayaan Gubernur NTB, Zulkiflimansyah tahun 2020 bertambah sebesar Rp 330 juta. Nilai tersebut merupakan peningkatan nilai dari 3 bidang tanah dan bangunan yang dikuasai sebelumnya. 2 bidang tanah dan bangunan di Tangerang Selatan dan 1 bidang tanah warisan di Sumbawa.

Sedangkan nilai kekayaan Wagub NTB, Sitti Rohmi Djalillah bertambah sebesar Rp1,56 M. Ini sesuai LHKPN KHR yang merupakan suami dari wakil gubernur itu sendiri.
Berikutnya nilai kekayaan Bupati dan Walikota di NTB rata-rata bertambah di bawah Rp1 M, kecuali Walikota Mataram dan Bupati Bima, dengan masing-masing penambahan nilai kekayaan sebesar Rp6,3 M dan Rp1,4 M.

Kekayaan Walikota Mataram bertambah dalam kurun waktu setahun ini bersumber dari peningkatan nilai 11 objek tanah dan bangunan yang dikuasai sebelumnya, dan senilai Rp1,7 miliar berupa Kas dan Setara Kas. Sedangkan peningkatan nilai kekayaan Bupati Bima bersumber dari penambahan nilai 20 objek tanah dan bangunan yang dikuasai sebelumnya dengan nilai Rp 749 juta, alat transportasi dan mesin berupa mobil Toyota MP/Jeep senilai Rp500 juta, dan harta bergerak lainnya (Rp339 juta).

“Tiga Kada/Wakada terkaya di NTB Sumiatun Rp53,2 M, Kader Jaelani Rp 44,7 M dan Mohan Roliskana Rp26,6 M,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

PKB NTB Mulai Panaskan Mesin Partai

Read Next

Polda NTB Kebut Vaksinasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *