Biadab…! Ormas-Aktivis di NTB Kecam Militer Israel

f ilustrasi palestina

ilustrasi

MATARAM – Serangan militer Israel ke Palestina dikecam Organisasi Masyarakat (Ormas) terbesar di Indonesia. Apapun alasannya agresi tersebut tidak dapat dibenarkan. Tanah tempat hidup masyarakat Palestina hari ini merupakan hak miliknya yang tidak boleh ada yang menggangu gugat, apalagi sampai mengusirnya.

“Tidak dibenarkan apapun alasannya (agresi itu). Palestina, Ashabul hak, pemilik kebenaran, pemilik sah tanah air itu,” tegas ketua Tanfidziah PWNU NTB, TGH Masnun Tahir di Mataram kemarin.

Jika masih ada jalan damai maka kedua belah pihak diharpakan kedepankan perdamaian. Islam itu tidak membenarkan pertumpahan darah walaupun setetes.

“NU mendorong untuk terciptanya perdamaian. Selaras dengan Pancasila dan UU kita. Bergerak menciptakan perdamaian. Lembaga dunia pun harus ikut mendorong perdamaian itu,” tegas Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Mataram itu.

NU dengan lantang bersuara agar menghentikan agresi militer itu. Agresi tersebut kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir. Israel harus bisa mengembalikan kedaulatan Palestina.

“Kita minta menghentikan agresinya dan mengembalikan kedaulatan,” katanya.

Guru besar di bidang perdata Islam itu menegaskan, anjuran dari berbagai pihak memboikot produk Israel di daerah tidak menjadi satu jalan solutif dalam peperangan itu. Meski memboikot sebagai bentuk perlawanan ke Israil diakuinya tidak menjadi masalah. Namun produk Israel ke daerah tidaklah seberapa. Memboikot itu hanya solusi temporer bukan solusi permanen seperti yang dibutuhkan.

“Tidak efektif juga memboikot. Yang paling penting semua menahan diri. Agresi itu kejahatan manusia yang tidak bisa di tolerir. Dulu Dubes Palestina (berkunjung) ke PBNU, kita tetap satu sikap PBNU kedaulatan Palestina harga mati. Tidak bisa ditawar menawar,” jelasnya.

Semua menyerukan agar mendorong ke arah perdamaian. Israel harus menghentikan agresinya. Dulunya Israil bangsa yang ditolong namun justru itu telah dilupakannya. Israil itu bangsa terusir dari Jerman lalu mencari perlindungan. Harusnya Israil tidak buta sejarah.

“Apapun kondisinya (sekarang) Israel harus hentikan agresinya,” pintanya.

NU juga mendorong agar Organisasi Politik Fatah dengan Hamas bisa bersatu melawan kekejaman Israel. Saat ini tidak tidak harus mengutamakan kepentingan politik melainkan urusan kemanusiaan. Tidak hanya itu bangsa arab harus juga bersatu atas nama kemanusiaan. Jangan hanya mengambil kepentingan untuk diri sendiri.

“Ini kan belum bersatu. Karena berbeda kepentingan politik mereka tidak dibantu,” katanya

“NU komit akui kemerdekaan Palestina sebagai Ashabul Karar, asthabul Hakka,” ungkapnya.

Sementara itu, ormasi lain dari pengurus Wilayah Muhammadiyah NTB juga angkat bicara. Muhammadiyah pun mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan Zionis Israil terhadap warga Palestina.

“Muhammadiyah mengecam keras tindakan biadab itu,” ungkap Wakil Ketua PW Muhammadiyah NTB TGH Marliadi dikonfirmasi terpisah.

Selain mengecam, Muhammadiyah juga berperan aktif dalam komunikasi perdamaian dunia melalui politik bebas aktif. Ini supaya terbangun perdamaian khususnya Israel dan Palestina.

“Muhammadiyah juga melakukan respons cepat dengan memberikan bantuan terhadap masyarakat Palestina yang mengalami penindasan,” katanya.

Muhammadiyah sudah terhubung dengan Kementerian Kesehatan Palestina dan telah bergabung dengan grub Kemenkes Palestina. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui data data yang akurat. Inilah yang dilakukan Muhammadiyah agar donasi yang disalurkan tepat sasaran.

“Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia (Indonesia) tentu peran semua Ormas harus mendorong pemerintah untuk responsif,” ungkapnya.

Sikap sama pun muncul dari Majlis Ulama Indonesia (MUI). Agresi tersebut tindakan biadab pembunuhan manusia yang tidak berdosa.”Semoga Allah SWT membalasnya,” ungkap ketua MUI NTB, Muslim singkat.
MUI mendorongpemerintah untuk tidak mengizinkan yahudi Israel mengunjungi Indonesia dan memboikot segala hal yang berhubungan dengan Israel.

Disamping itu, sejumlah aktivis di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengecam tindakan militer Israel yang tidak henti menyerang Palestina. Informasi terbaru diterima, sudah ratusan warga Palestina dikabarkan meninggal dunia akibat serangan biadab tentara Israel beberapa pekan terakhir.
Ketua Umum Ampera NTB, Kusnadi Unying mengatakan, lebih parah lagi saat militer Israel menyerang warga Palestina yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa dan ini merupakan tindakan biadab.
“Tindakan brutal dan pengecut ini tidak saja bertentangan dengan prinsip kemanusiaan yang harus dijaga kedaulatannya, akan tetapi sekaligus merendahkan semua agama,” katanya dalam pernyataan resminya kepada radarmandalika.id, baru ini.
Uying menegaskan, sikap militer Israel merupakan tindakan yang melanggar HAM dan menciderai banyak agama. Disebutkannya, Al-Quds adalah tempat suci dan terhormat bagi tiga agama, Islam, Kristen dan Yahudi dan ini harus dijaga kerukunan umat beragama.
“Tindakan militer Israel dengan menyerang jamaah yang lagi saat sunat tarawih itu adalah tindakan biadab yang tidak punya hati nurani, sangat tidak respect sebagaimana yang telah dianjurkan oleh agama bahwa sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama harus dijunjung tinggi,” katanya tegas.
Disebutkan Uying, perserikatan bangsa-bangsa (PBB) harus segera mengambil sikap dengan adanya konflik berkpenjangan antara negara Timur Tengah. Yakni, Palstina dan Israel. “Semestinya PBB hadir memberikan pendidikan baik secara mediasi antar kedua negara maupun melalui pendidikan lain yang lebih bermartabat serta bermanfaat,” sentilnya.
Lanjutnya, negara sangat membutuhkan kehadiran PBB untuk menyelsaikan persoalan kedua negara tersebut. Disampaikannya, dengan adanya perseturuan kedua negara antara Palestina dan Israel. “Kami dari Alinasi Mahasiswa Dan Pemuda Peduli Masyrakat NTB meminta kepada seluruh negara yang tergabung dalam PBB untuk bersikap menyelseaikan persolan konflik antara negara Palestina dan Israel, serta meminta kepada seluruh lapisan masyarakat yang beragama islam untuk mendoakan saudara-saudari kita yang ada di Palestina semoga konflik ini cepat berlalu,” ucapnya.
Terpisah, Ketua Umum ALARM NTB, Lalu Hizzi juga menegaskan hal serupa. Izzi juga meminta pemerintah daerah harus bersikap terhadap serangan zionis Israel ke Palestina. Ia juga mengutuk tindakan pengusiran dan penyerangan terhadap warga Palestina oleh Israel. Dia menilai ini sudah tidak dapat dibiarkan sehingga pemerintah Indonesia harus segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bersikap tegas mengambil tindakannyata.
“Kami juga menyampaikan bahwa Bupati, Gubernur dan DPRD juga harus bersikap untuk mendesak pemerintah pusat segera mengambil tindakan tegas,” kata Hizzi.
Menurut dia, langkah ini penting dilakukan oleh pejabat-pejabat daerah untuk meredam tindakan aksi masyarakat yang nantinya bisa berakibat kurang baik bagi kondusifitas daerah masing-masing. “Jika tidak segera maka kami dari masyarakat akan menggelar aksi solidaritas Islam secara massif,” ancam Hizzi.
Disentil Izzi, pejabat-pejabat daerah ini terkesan cuek dan tak mau tahu perasaan masyarakatnya yang begitu pilu ikut merasakan penderitaan saudara-saudara seimannya di Palestina. “Kami berharap pemerintah bersikap tegas untuk mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina,” harapnya.(red/jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Aktivis di NTB Kecam Tindakan Militer Israel

Read Next

Massa Akan Aksi Bela Palestina dan Boikot Produk Israel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *