Berbadan dua, Istri Orang Diracun Lalu Dikubur

F Pembunuhan 1

KHOTIM/RADARMANDALIKA TERBONGKAR: Aparat kepolisian dan warga saat melakukan olah TKP di Desa Pengembur, kemarin.

PRAYA – Pembunuhan sadis terjadi di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut. Perempuan korban inisial, MA 30 tahun warga Dusun Tamping Desa Pengembur dibunuh dalam kondisi hamil muda dengan cara diracun menggunakan potassium.

Pelaku inisial FA 30 tahun warga Desa Pengembur. Setelah berhasil membunuh MA, FA kemudian mengubur jasad korban dalam kondisi berbadan dua di salah satu pondasi bangunan warga.  Jasad korban dikubur pelaku sejak empat bulan lamanya, namun kasus ini baru Kamis dini hari terbongkar setelah FA perlahan mengakui di hadapan aparat kepolisian perbuatannya.

Kronologis kejadian, MA dan FA terlibat hubungan gelap. MA selingkuh dengan FA, suami MA yang diketahui berada di luar negeri dikabarkan mengetahui kabar kurang baik ini dari warga dan keluarga. Kendati demikian, hubungan ini semakin berlanjut serius sampai MA berbadan dua.

Warga Desa Pengembur, Moh Sahidi di lokasi mengatakan, kasus ini sebenarnya sudah lama terjadi, kasus ini merupakan kasus pengembangan dari kasus kabar ada penculikan yang diduga sengaja diisukan pelaku. Lebih hebat lagi, pelaku melaporkan kasus ini ke kepolisian dengan laporan kasus penculikan. Sejak itu, jajak korban hilang. Anehnya bagi warga, saat itu diketahui warga bahwa pelaku keluar terakhir dengan korban. Namun pelaku kepada keluarga dan warga lain menceritakan jika korban diculik dan ia tidak bisa menolong korban.

“Warga sudah lama diributkan kasus ini, dan curiga kepada FA, namun dua minggu sebelumnya keluarga korban melaporkan FA ke pihak kepolisian dan dilakukan pendalaman sehingga kasus ini terungkap sekarang,” ceritanya kepada media.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan, kasus pembunuhan ini berhasil diungkap setelah dilakukan penggalian tanah timbunan di salah satu pondasi bangunan pinggir jalan raya Desa Pengembur, Kamis dini hari. Dan sekarang FA sudah diamankan di Polres.

“Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas akhirnya menemukan bukti-bukti. Dan pelaku mengakui telah membunuh korban empat bulan lalu, dengan cara memberikan cairan racun jenis potassium,” beber kasat reskrim.

Dari penggalian tanah timbunan itu, ditemukan organ tubuh korban dalam kondisi sudah tidak utuh lagi. “Jasad korban berhasil kita temukan walaupun masih tinggal tulang, dengan keadaan dibungkus menggunakan kain,” ceritanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak Biddokes Polda NTB untuk dilakukan otopsi terhadap jasad MA.

Sementara itu, atas perbuatan pelaku diancam dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 tahun  dan maksimal seumur hidup.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bang Zul Sambut Baik Jalur Penerbangan Air Asia ke NTB

Read Next

Poltekpar Lombok Gelar Rakor dan Evaluasi Kerjasama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *