Belasan Toko Pakaian dan Mall di Mataram Ditutup

F Toko Pakaian scaled

RAZAK/RADAR MANDALIKA DIBUKA: Salah satu toko pakaian di jantung Kota Mataram mulai ramai dikunjungi warga, Senin kemarin.

MATARAM – Pemkot Mataram tidak main-main dalam mencegah penyebaran wabah virus corona. Buktinya, belasan toko pakaian dan pusat perbelanjaan (mall/supermarket) mulai ditutup pada Rabu (20/5) siang, sampai batas waktu belum bisa ditentukan.

Adapun toko pakaian dan pusat perbelanjaan yang ditutup tersebut. Di antaranya, LEM, Mataram Mall, Transmart, Ruby, Niaga, Lotte Grosir, MGM, Hipermart, Giant. Gallery Fashion, Fashion One, Roxy, Apollo, Sukses, Bandung Collection, Boxi, Giggle Boxi/my Style, Airlangga Fashion, dan Herron.

Penutupan dilakukan aparat gabungan, terdiri dari unsur Polresta Mataram, TNI, Sat Pol PP Kota Mataram, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram. Penutupan ini berdasarkan surat Wali Kota Mataram tanggal 20 Mei 2020, Nomor 510/717/DAG/V/2020 tentang Penutupan Operasional Perbelanjaan dan Toko Pakaian Dalam Rangka Pencegahan Covid-19.

Keputusan Wali Kota Mataram itu untuk menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 003.2-504 tahun 2020 tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi wabah Covid-19. Dimana, dalam klausal memutuskan dan menetapkan bahwa dalam huruf (h); sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 seluruh mall, pusat perbelanjaan, dan toko-toko pakaian untuk sementara ditutup sejak 20 Mei 2020.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, menegaskan, penutupan terpasa dilakukan karena pemilik toko tidak menjalankan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19. Surat pernyataan kesanggupan untuk menjalankan protap Covid-19 sudah disepakati sebelumnya. Sementara, aktivitas di toko tidak sesuai imbaun pemerintah. Social dan physical distancing tak berjaan sesuai harapan.

“Beberapai hari ini kita lakukan evaluasi. Terjadi kerumunan dari warga. Dan, ternyata di tempat itu (toko-toko) tidak bisa menerapkan social distancing. Tidak bisa menerapkan protokol Covid-19,” ungkap dia kepada media.

Kerumunan yang terjadi di toko pakaian dan pusat perbelanjaan lainnya jelang Lebaran tahun ini, dikhawatirkan akan semakin menambah deret kasus positif corona di Kota Mataram. Sebab, yang berkunjung di sana bukan hanya warga ibu kota provinsi NTB. Melainkan juga warga dari luar Kota Mataram.

“Itulah sebabnya hari ini (20/5), tim gabungan sudah turun ke pusat-pusat perdagangan, kemudian ke toko-toko pakaian, untuk kita mita kepada pemilik/pengusaha menutup,” beber dia.

Kepala Sat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati mengungkapkan, dirinya berkoordinasi dengan Kepolisian, TNI, Dishub dan Dinas Perdagangan Kota Mataram untuk menerjunkan personel gabungan. Untuk menutupan senumlah toko pakaian dan pusat perbelanjaan lainnya sampai batas waktu belum ditentukan.

“Kita menindaklanjuti keputusan dari Gubernur NTB dan arahan dari Wali Kota Mataram,” ujar dia.

Bayu mengatakan, Pemkot Mataram menilai bahwa pemilik toko tidak maksimal salam menjalankan social dan physical distancing. Terjadi kerumunan warga saat berada di toko karena tidak diatur sesuai protokol yang ada. Sehingga, Wali Kota Mataram mengambil sikap tegas.

“Kita berterima kasih kapada pengusaha yang berupaya memenuhi protokol Covid. Tapi memang tidak bisa terkendali,” ucap dia. (zak/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Reses, Dewan Fokuskan Pembinaan Pemuda

Read Next

Bupati Lotim Cek Pos Skrining Jenggik dan Sukaraja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *