BERKUNJUNG: Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua saat mengunjungi Desa Wisata Setanggor Kecamatan Praya Barat, Loteng dalam rangka visitasi 75 desa wisata dalam ajang ADWI 2023, Kamis (18/5). (IST/RADAR MANDALIKA)

LOMBOK TENGAH – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno yang diwakili Direktur Tata Kelola Destinasi Indra Ni Tua mengunjungi Desa Wisata Setanggor di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng)  yang terpilih sebagai salah satu dari 75 besar desa wisata dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, Kamis (18/5).

Kedatangannya dalam rangka visitasi 75 desa wisata dalam ajang ADWI tahu ini disambut Duta Wisata. Lalu bersama Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin serta sejumlah pejabat Forkopimda lainnya, Direktur Tata Kelola Destinasi Indra Ni Tua menyaksikan atraksi musik tradisional Gendang Beleq. Kemudian disuguhi adat dulang penamat (pemberian makanan khas desa).

Disamping itu, Direktur juga menyempatkan diri berkunjung ke area UMKM Ekraf untuk mereview kuliner, belajar edukasi suvenir dan belanja produk unggulan Desa Wisata Setanggor. Dan, diajak untuk menyaksikan tari gandrung kolosal yang ditampilkan di sanggar.

IMG 20230521 WA0014

Sebagai informasi, Desa Wisata Setanggor Kecamatan Praya Barat menjadi satu dari tiga wakil NTB yang masuk 75 besar desa wisata pada ajang ADWI 2023. Dan, satu-satunya desa yang mewakili Loteng.

Desa Wisata Setanggor ini dapat dijangkau dengan perjalanan darat sepanjang 5 kilometer dari Bandara Internasional Lombok. Sepanjang jalan menuju desa hamparan sawah sangat memanjakan mata, menjadikan desa ini tujuan wisata desa yang mudah dijangkau.

Desa Wisata Setanggor memiliki beberapa daya tarik untuk dikunjungi. Pertama, wisata religi nikmati syahdu-nya alunan pembacaan Alquran yang dilakukan di tengah hamparan persawahan. Dua, wisata alam Montong Mait selain suguhan hijaunya sawah dan birunya langit Setanggor, Montong Mait adalah tempat melihat sunrise dan sunset yang sangat mudah dijangkau karena dekat dari pusat desa.

Tiga, Cidomo Nikmati sensasi berkeliling desa dengan menggunakan angkutan tradisional kereta kuda. Empat, Rumah Produksi Bale Tenun saksikan dan ikut dalam produksi pembuatan kain tenun khas Lombok mulai dari awal proses sampai akhir.

Lima, Wisata Seni dan Budaya Gong Tua merupakan sanggar tempat banyak seni dan budaya Suku Sasak yang masih dilestarikan, seperti Tari Asih Tresna, Gendang Baleq, Tari Gandrung Kolosal, Upacara adat Ngendeng Banget dan Ngendeng Api, Dulang Penamat, Inaq Redot Drama Setanggor. Enam, ada suvenir seperti klepon kecerit, Kopi Lombok, Opak-opak, Ketimus, Kain Tenun dan turunannya, Kriya Limbah Plastik, Anyaman Ketak.

Adapun ADWI 2023 merupakan salah satu program unggulan penggerak kebangkitan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia yang sedang digalakkan oleh Kemenparekraf/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk ketiga kalinya dengan mengangkat tema “Kebangkitan Ekonomi Dari Desa untuk Indonesia Bangkit”.

Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.

“Kobaran semangat ini masih terus kami lanjutkan. Untuk menggaungkan Indonesia lebih mendunia melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. Membuka ruang untuk berkarya, memastikan 4,4 juta lapangan kerja tercipta, dan kami masih terus percaya bangkitnya ekonomi dimulai dari desa,” kata Direktur Direktur Tata Kelola Destinasi Indra Ni Tua dengan penuh semangat mengutip pernyataan mas Menteri, sapaan akrab Sandiaga Uno.

IMG 20230521 WA0015

Diterangkan, tujuan program ini agar menjadi daya bangkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru selanjutnya di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa.

“Inilah momentum kebangkitan pariwisata, di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023,” jelasnya.

Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia. Selain itu dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf. Setelah sukses di tahun 2021 dengan 1831 peserta, meningkat tajam di 2022 dengan 3419 desa wisata.

“Kini di 2023, Anugerah Desa Wisata Indonesia dengan semangat kolaborasi dan bersinergi meningkat tajam hingga peserta menyentuh angka 4573 desa wisata yang ada di seluruh Indonesia dari target yang mas Menteri canangkan 4.000 desa wisata,” ungkapnya.

Antusiasme ribuan desa wisata tersebut diharapkan mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia ke depannya. Oleh karena itu, Kemenparekraf melibatkan mitra strategis untuk berkolaborasi dalam pengembangan desa wisata khususnya desa wisata yang masuk ke dalam 75 desa wisata terbaik.

“Kategori penilaian yang diusung (dalam ajang ADWI) diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan serta berstandar internasional,” harapnya.

Salah satu keunggulan daya tarik di Desa Wisata Setanggor adalah Wisata Religi dan Seni Budaya yang masih sangat lestari. Selain keindahan alam yang disuguhkan, desa ini menawarkan wisata halal bagi yang ingin menikmati syahdunya hidup bermasyarakat di desa yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya. Ada juga paket wisata edukasi seperti proses bercocok tanam, pembuatan kopi Lombok, cooking class, pewarnaan benang alam dan proses pembuatan kain tenun. Wisata buatan yang terdapat di desa ini adalah kolam renang Mertak Mi.

Bagi pengunjung yang berwisata ke Desa Wisata Setanggor, terdapat banyak sekali penginapan dengan berbagai varian harga dan tipe sesuai kebutuhan wisatawan. Uniknya, ada beberapa homestay yang saling berdekatan dan dikelola oleh keluarga. Homestay yang di kelola keluarga ini memberlakukan harga sama rata untuk setiap unitnya. Beberapa homestay unggulan di desa ini adalah Homestay Setanggor yang dipatok harga sekitar Rp 200.000 per malam plus breakfast, Homestay Tommy, Tiara dan Pedek yang dipatok harga Rp 150.000-Rp 175.000 per malam plus breakfast.

Toilet umum yang ada di desa ini sangat terawat dan bersih. Mayoritas toilet di homestay juga sudah menggunakan kloset duduk.

Untuk suvenir, ada beragam oleh-oleh terutama yang menjadi unggulan di desa ini adalah berbagai macam kain tenun dan produk turunannya, Klepon kecerit, Kopi Lombok, Opak-opak, Ketimus, Kriya Limbah Plastik, dan Anyaman Ketak.

Untuk akses digital sangat baik. Beberapa spot penginapan dan akomodasi lainnya pun sudah menggunakan QRIS/Barcode untuk akses dan pembayaran. Desa ini juga lihai dalam membuat konten-konten digital seperti konten TikTok dan bahkan sempat viral.

Terkait kelembagaan desa dan CHSE. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan kelembagaan desa di Desa Wisata Setanggor sudah cukup baik dan termanajemen dengan baik. Tetua, kepala adat, sampai ibu-ibu PKK ikut andil dalam pembangunan desa. Terkait CHSE, Desa Wisata Setanggor senantiasa menjaga kebersihan dan menyediakan sarana prasarana yang baik dan tersedia di banyak titik.(red/zak)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 763

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *