Iptu I Made Dharma (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Barat (Lobar) terus mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan adik kepada kakaknya di Kediri, Senin (20/2) lalu. Setelah meminta keterangan tiga saksi yaitu Kepala Dusun, anak dan istri korban. Penyidik segera memeriksa istri dan anak pelaku.

“Baru tiga saksi sudah kita lakukan pemeriksaan, anak dan istri korban serta Kadus Karang Bedil Desa Kediri Induk Kecamatan Kediri. Selanjutnya kami akan melakukan pemanggilan terhadap tiga saksi yakni anak dan istri terduga pelaku serta saudara kandung dari pelaku dan korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lobar, Iptu I Made Dharma yang dikonfirmasi, Kamis (23/2).

Sampai saat ini terduga pelaku masih menjalani perawatan di RS. Sehingga belum ditetapkan tersangka lantaran belum diperiksa. Meski demikian, polisi tetap memantau kondisi terduga pelaku dan akan melakukan pemeriksaan.

“Kita masih mengumpulkan keterangan saksi. Setelah nanti dinyatakan dokter terduga pelaku sudah sehat, kita akan melakukan pemeriksaan dan gelar perkara,” bebernya.

Terkait dugaan keterlibatan anak pelaku dalam pembunuhan itu, Dharma mengaku masih mendalaminya. Termasuk mencari obeng yang diduga digunakan terduga pelaku untuk menusuk korban. Karena saat olah tempat kejadian perkara (TKP) obeng itu tak ditemukan.

“Dugaannya selepas kejadian itu pelaku yang mengamankan (obeng). Itu kita pastikan saat pemeriksaan nanti,” imbuhnya.

Dari keterangan istri korban, pihak keluarga sempat melerai dan memisahkan korban dan pelaku yang berkelahi. Namun pelaku justru mengejar korban dan memukulnya dengan kayu. Polisi pun sudah mengamankan sebilah kayu berlumuran darah sebagai barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Dampak dari pembunuhan itu membuat kondisi psikologis anak korban terganggu atau trauma. Sebab anak korban melihat secara langsung ketika sang ayah ditusuk oleh pelaku. Monitoring dan trauma healing terus dilakukan pihaknya untuk mengembalikan kondisi psikologi anak berusia 15 tahun itu.

“Kita terus memantau kondisi anak korban,” pungkasnya. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 436

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *